Cara Bangkit ke Rakaat Ketiga dan Keempat dalam Shalat

Video Panduan Shalat: Cara Bangkit ke Rakaat Ketiga dan Keempat

Bangkit ke Rakaat Ketiga

1. Bangkit ke rakaat ketiga seusai tasyahud awal dengan membaca Allahu akbar.

2. Bangkit ke rakaat ketiga dilakukan dengan bertumpu pada kedua tangan. Artinya, lutut lebih dulu naik, sebelum kedua tangan.

3. Kedua telapak tangan dalam posisi ‘ajn (seperti orang membuat adonan). Bisa dalam posisi terbuka atau dikepalkan. Sebagaimana keterangan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma,

رَأَيتُ رَسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَعْجِنُ فِي الصَّلاَةِ

“Saya melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan ‘ajn ketika shalat.” (HR. Thabrani dalam Al-Ausath, dan dishahihkan dalam Silsilah As-Shahihah, no. 2674)

Dalam riwayat lain dari Al-Azraq bin Qais, beliau mengatakan,

رَأَيْتُ عَبْدَ اللَّهِ بن عُمَرَ وَهُوَ يَعْجِنُ فِي الصَّلاةِ يَعْتَمِدُ عَلَى يَدَيْهِ إِذَا قَامَ

“Saya melihat Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, melakukan ‘ajn ketika shalat, bertumpu dengan kedua tanganya ketika hendak berdiri.” (HR. Thabrani dalam Mu’jam Al-Ausath).

4. Dianjurkan untuk mengangkat kedua tangan ketika bangkit dari tasyahud. Mengangkat kedua tangan dilakukan setelah berdiri sempurna di rakaat ketiga.

Sebagaimana keterangan sahabat Abu Humaid radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan tata cara shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِذَا قَامَ مِنَ الرَّكْعَتَيْنِ كَبَّرَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا مَنْكِبَيْهِ كَمَا كَبَّرَ عِنْدَ افْتِتَاحِ الصَّلَاةِ

Apabila beliau bangkit setelah mendapat dua rakaat, beliau bertakbir dan mengangkat kedua tangan beliau sejajar pundak, seperti ketika beliau melakukan takbiratul ihram. (HR. Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani).

Bangkit ke Rakaat Keempat

1. Bangkit ke ra kaat keempat dengan membaca takbir

2. Dianjurkan untuk sesekali mengangkat kedua tangan ketika bangkit ke rakaat keempat, sebagaimana disebutkan dalam riwayat Abu Awanah dan Nasai dengan sanad shahih.

Kesalahan Ketika Bangkit ke Rakaat Ketiga dan Keempat

1. Tidak membaca takbir intiqal ketika bangkit ke rakaat ketiga atau keempat. Tindakan semacam ini jika dilakukan dengan sengaja bisa membatalkan shalat.

2. Membaca takbir intiqal setelah berdiri sempurna. Perbuatan ini termasuk meletakkan takbir intiqal tidak pada tempatnya.

3. Membaca takbir intiqal yang terlalu panjang: Allaaaaaaa…….hu akbar. Semacam ini biasanya dilakukan oleh imam yang memulai membaca takbir intiqal sejak duduk istirahat sampai berdiri sempurna.

4. Berdiri dengan bertumpu pada lutut. Perbuatan ini tidak sesuai sunah yang benar

5. Mendahului imam bangkit ke rakaat berikutnya. Perbuatan kurang sabar ini bisa membatalkan shalat.

6. Tidak memperhatikan sunah mengangkat tangan ketika bangkit seusai tasyahud awal.

Artikel www.CaraSholat.com

Comments are closed.