Sunnah-sunnah di Hari Jum’at (Dengan Ilustrasi Lengkap)


Panduan Ibadah: Sunnah-sunnah di Hari Jum’at (Dengan Ilustrasi Lengkap)

Bismillahirrahmanirrahim

Hari Jumat adalah hari yang mulia di sisi Allah. Karena itu, selayaknya ‎kaum muslimin juga ‎memuliakannya. ‎

Untuk bisa memuliakan hari jum’at, kita harus memahami ‎sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkait hari jumat.

Terdapat beberapa sunah yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hari jumat, diantaranya,

Yang pertama, Memperbanyak Sholawat kepada Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam

Dari Sahabat Aus bin Aus radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيهِ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ

“Sesungguhnya hari yang paling utama adalah hari Jumat, karena itu perbanyaklah membaca shalawat untukku. Sesuhngguhnya shalawat kalian ditampakkan kepadaku.” (HR. Abu Daud 1531, Ibn Majah 1085, dan dishahihkan al-Albani)

Diantara bacaan shalawat yang diajarkan dalam islam adalah shalawat yang disebutkan dalam hadis dari Ka’ab bin Ujrah radhiallahu ‘anhu, bahwa para sahabat pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kami telah memahami tata cara memberi salam kepada Anda, lalu bagaimana cara memberi salawat kepada Anda?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ucapkanlah,

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ’”

(HR. Bukhari & Muslim)

Shalawat ini disebut dengan “salawat ibrahimiyah”. Shalawat ini merupakan shalawat terbaik karena langsung diajarkan sendiri oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‎sallam kepada para sahabat.

Sunnah berikutnya, membaca surat al-Kahfi

Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن من قرأ سورة الكهف يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين

“Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, maka ia akan disinari oleh cahaya di antara dua jum’at.” (HR. Hakim dengan sanad shahih).

Membaca surat al-Kahfi, bisa dilakukan di malam jumat atau siang hari jumat.

Sunah berikutnya, Memperbanyak do’a di hari Jum’at

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membicarakan mengenai hari Jum’at lalu ia bersabda,

فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى ، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

“Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta” Lalu beliau mengisyaratkan dengan jarinya yang menunjukkan betapa waktu mustajab itu hanya sebentar. (HR. Bukhari no. 935 dan Muslim no. 852).

Dalam hadis ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan ada satu waktu singkat yang mustajab untuk berdoa.

Ulama berbeda pendapat, kapankah waktu yang mustajab itu. Pendapat yang paling kuat, waktu mustajab itu adalah setelah asar hingga maghrib, sebagaimana yang ditunjukkan dalam hadis dari Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ سَاعَةً، لَا يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا، إِلَّا أَتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ

“Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar.” (HR. Abu Daud no.1048 dan dishahihkan al-Albani)

Disamping sunah di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan berbagai sunah terkait shalat jumat. Diantaranya,

Yang pertama, mandi di hari jumat

Sebagian ulama berpendapat, mandi jumat bagi orang yang hendak jumatan, hukumnya wajib. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمُ الجُمُعَةَ، فَلْيَغْتَسِلْ

“Apabila kalian menghadiri Jumatan, hendaknya dia mandi.” (HR. Bukhari)

Sunah berikutnya, gosok gigi

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat memperhatikan kebersihan mulut ketika beribadah, terlebih ketika jumatan. Beliau bersabda,

الْغُسْلُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ، وَالسِّوَاكُ

Mandi hari jumat hukumnya wajib bagi orang yang sudah baligh dan bersiwak. (HR. Nasai dan dishahihkan al-Albani)

Sunah berikutnya, menggunakan minyak wangi

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menekankan hal ini melalui sabdanya,

وَمَسَّ مِنْ طِيبٍ إِنْ كَانَ عِنْدَهُ

”Hendaknya memakai minyak wangi jika dia punya.” (HR. Abu Daud dan dihasankan al-Albani).

Sunah berikutnya, bersegera berangkat menuju masjid

Dianjurkan agar sepagi mungkin berangkat menuju masjid. Juga dianjurkan agar berjalan kaki dan tidak berkendaraan.

Adab ini disebutkan dalam hadis dari sahabat Aus bin Aus, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَغَسَلَ، وَغَدَا وَابْتَكَرَ، وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ

”Siapa yang mandi jumat, keramas, datang pagi-pagi, jalan kaki dan tidak berkendaraan…” (HR. Nasai, Abu Daud, dan dishahihkan al-Albani).

Sesampainya di masjid, hendaknya mengambil posisi terdepan yang bisa dijangkau. Beliau bersabda,

وَغَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ، ثُمَّ جَلَسَ قَرِيبًا مِنَ الْإِمَامِ

“Dia berangkat pagi menuju masjid dan duduk di dekat imam.” (HR. Ahmad)

Hati-hati, jangan sampai melangkahi pundak dua orang yang duduk berdampingan, atau melewati orang yang shalat. Karena semua ini dilarang keras oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Selama menunggu imam, kita dianjurkan memperbanyak shalat sunah 2 rakaat – 2 rakaat, hingga imam datang. Sebagaimana dinyatakan dalam hadis sebelumnya,

”lalu dia mengerjakan shalat semampunya (sebelum imam datang)” (HR. Bukhari)

Selama imam bekhutbah, makmum dilarang melakukan beberapa hal,

Pertama, berbicara, sekalipun dalam rangka mengingatkan orang lain. Nabi bersabda,

إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الجُمُعَةِ: أَنْصِتْ، وَالإِمَامُ يَخْطُبُ، فَقَدْ لَغَوْتَ

”Apabila kamu mengingatkan temanmu pada waktu jumatan, ”Diam!” padahal imam sedang berkhutbah, berarti kamu menggugurkan pahala jumatanmu.” (HR. Bukhari)

Kedua, bermain kerikil, tasbih, hp dan semacamnya. Nabi bersabda,

وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا

“Siapa yang bermain kerikil, berarti telah menggugurkan pahala jumatannya.” (HR. Muslim, Abu Daud, dan yang lainnya)

Ketiga, duduk memeluk lutut (ihtiba’). Sahabat Muadz bin Anas menceritakan,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنِ الحِبْوَةِ يَوْمَ الجُمُعَةِ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‎sallam melarang melakukan ihtiba’ (duduk memeluk lutut) ketika imam sedang khutbah jumat. (HR. Ahmad, Abu Daud dan dihasankan Syuaib al-Arnauth)

Keempat, tidur ketika mendengarkan khutbah

Muhammad bin Sirin (ulama tabiin) menceritakan,

كَانُوا يَكْرَهُونَ النَّومَ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ وَيَقُولُونَ فِيهِ قَولًا شَدِيدًا

“Mereka (para sahabat) sangat membenci orang yang tidur ketika imam sedang berkhutbah. Mereka mencela dengan celaan yang keras.” (Tafsir al-Qurthubi, 18/117)

Karena itu, apabila ngantuk, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyarankan agar pindah posisi. Beliau bersabda,

إِذَا نَعَسَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الجُمُعَةِ فَلْيَتَحَوَّلْ مِنْ مَجْلِسِهِ ذَلِكَ

“Apabila kalian ngantuk pada hari Jumat, maka berpindahlah dari tempat duduknya.” (HR. Abu Daud, Turmudzi dan dishahihkan al-Albani).

Seusai shalat jumat, kerjakanlah shalat sunah 2 rakaat atau 4 rakaat.

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma menceritakan,

Saya menghafal 10 rakaat rutinitas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.., diantaranya 2 rakaat sesudah jumatan di rumahnya. (HR. Bukhari & Muslim)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمُ الْجُمُعَةَ فَلْيُصَلِّ بَعْدَهَا أَرْبَعًا

Apabila kamu selesai shalat jumat, lakukanlah shalat 4 rakaat setelahnya. (HR. Muslim dan Nasai)

Semoga kita dimudahkan dalam mengamalkannya..

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *